Senin, 22 Juni 2015

Saat Ikhlas dan Pasrah Menjadi Pilihan

Adakalanya manusia gelisah saat apa yang diyakininya tidak kunjung tiba. Saat doa dan shalat yang sudah dijalaninya tidak ada tanda-tanda dan jawaban dari Sang Maha Pencipta. Saat itulah banyak manusia yang berpikir keras bagaimana untuk keluar dari lingkaran yang tidak nyaman tersebut. Beberapa ada yang memilih jalan singkat dengan menghalalkan segala cara dan yang sebagiannya lagi memilih dengan jalannya sendiri. Saat-saat seperti inilah kita harus memilih harus pasrah atau ikhlas ?

Pasrah dan ikhlas dua kata yang berbeda yang mengandung arti yang hampir sama namun sebenarnya makna dari dua kata tersebut sangatlah berbeda. Banyak sebagian manusia yang memilih untuk berpasrah dijalan Allah namun hal yang mereka jalankan masih belum memenuhi kriteria makna dari pasrah tersebut. Pasrah yang bagaimana yang sesuai dengan maknanya ? yaitu pasrah dengan tidak memikirkan urusan duniawi tetapi hanya urusan akhirat yang ia terus kejar dengan tetap melaksanakan kewajiban yang sudah ditetapkan. Ketika perasaan pasrah itu sudah kalian dapatkan Insha Allah perasaan ikhlas akan selalu hadir karena sudah terbiasa terlatih dalam perasaan pasrah tersebut.

Ikhlas adalah sesuatu yang semata-mata hanya mengharapkan ridha Allah swt. tanpa meminta imbalan apapun dan tanpa mengeluh sedikitpun. Ikhlas di bibir belum tentu bisa ikhlas di hati. Oleh karena itu, belajarlah dari hati karena dari hati sesuatu yang sempurna itu muncul dari hati pulalah kita selalu mendapatkan kebaikan kecuali hati yang penuh dengan kedengkian. Insha Allah sesuatu yang muncul dari hati akan tampak dengan sendirinya melalui cahaya diri kita. Jadi apapun kondisi yang sedang kita alami saat ini baik senang maupun duka ingatlah dimanakah kita harus memposisikan saat ikhlas dan pasrah di dalam situasi dan kondisi yang sedang kita alami. Jangan sampai kita malah terjerumus oleh jalan yang salah.


Wassalam,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar